Latar Belakang
Salah satu hal yang menakutkan bagi kebanyakan wanita adalah kanker serviks. Kanker ini menduduki peringkat pertama dari semua kanker yang menyerang wanita. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal akibat kanker serviks. Sekitar 500.000 perempuan didiagnosis menderita kanker serviks dan rata-rata 270.000 kematian setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker nomor satu yang paling umum diderita oleh wanita Indonesia. Jumlah kasus baru kanker serviks 40 – 45/ hari. Jumlah kematian karena kanker serviks adalah 20 – 25/hari. Setidaknya setiap satu jam, seorang perempuan meninggal karena kanker serviks.
Kanker ini telah diketahui disebabkan oleh sejenis virus yang dinamakan Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini terdiri dari berbagai macam tipe. Biasanya, HPV yang berkembang menjadi kanker serviks adalah yang tipe 16 dan 18. Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Faktor risiko lain yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks adalah hubungan seksual pertama kali pada usia muda, banyak melahirkan, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama (10 tahun), faktor gizi, dan penyakit seksual lainnya.
Banyak wanita yang tidak sadar, bahwa sebenarnya kanker serviks adalah salah satu penyakit kanker yang dapat dicegah. Namun, lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati. Diharapkan kepada para perempuan untuk melakukan pencegahan sejak dini. Deteksi dini atau pencegahan kanker serviks dapat dilakukan secara primer dan sekunder. Pencegahan primer yaitu dengan mencari informasi sebanyak – banyaknya tentang kanker serviks kepada dokter atau tenaga kesehatan lainnya dan vaksinasi. Sedangkan pencegahan sekunder yaitu dengan tes Pap Smear dan IVA atau inspeksi visual dengan asam asetat sebagai pengganti tes Pap Smear.
Tujuan
Tulisan ini mencoba menganalisa salah satu iklan layanan masyarakat yang ditayangkan oleh Yayasan Kanker Indonesia dan PPKS 2008 yang didukung oleh GSK (Glaxo Smith Kline) yang berjudul “PSA Kanker Serviks version Ibu Widi”. Analisa akan mencakup siapa target audiens yang tepat sesuai dengan isinya, serta analisa rencana penayangannya yang sesuai dengan target audiens tersebut. Adapun iklan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Pembahasan
Pemeran
Pemeran
Iklan ini diperankan oleh 2 orang wanita yaitu Ibu Widi yang berusia sekitar 50 tahun dan putrinya yang berusia sekitar 20 tahun. Selain itu, ada seroang dokter wanita yang berperan sebagai konsultan dan foto beberapa ibu. Ibu Widi adalah salah satu orang yang menderita kanker serviks (survivor Kanker Serviks).
Setting Lokasi
Dalam iklan ini, setting lokasi tidak terlalu ditonjolkan. Iklan ini lebih fokus pada curahan hati atau testimoni seorang Ibu yang mengidap kanker serviks. Adegan dalam iklan ini, hanya memperlihatkan seorang ibu yang duduk didampingi oleh putrinya dan adegan bagaimana ibu serta anaknya konsultasi kepada dokternya.
Gaya penyampaian pesan
Penyampaian pesan oleh Ibu Widi untuk melakukan tindakan pencegahan dini kanker serviks tidak terkesan menggurui. Isi pesan sesuai dengan kejadian yang dialami oleh Ibu Widi sendiri. Pesan yang ada dalam iklan tersebut juga ditunjang oleh data – data dalam bentuk tulisan yang sengaja ditampilkan untuk lebih meyakinkan audiens.
Analisa
Target audiens
Dilihat dari para pemerannya yang semuanya wanita, iklan ini tentunya juga memilih wanita sebagai target utamanya. Sasarannya berkisar pada umur remaja (>16 tahun) hingga dewasa akhir (>45 tahun). Terlibatnya dokter sebagai konsultan menunjukkan bahwa iklan ini mengajak para wanita melakukan tindakan pencegahan primer maupun sekunder. Pencegahan dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang kanker serviks.
Target program televisi
Dilihat dari analisis target audiens, maka iklan televisi ini lebih cocok ditayangkan pada program tayangan yang digemari oleh wanita remaja dan dewasa. Selain itu, iklan ini juga bisa dimasukkan ke dalam program-program televisi kesehatan kesehatan. Iklan ini lebih ditujukan kepada masyarakat perkotaan karena budaya dan gaya hidup masyarakat perkotaan lebih mudah memicu terjadinya kanker serviks.
Rancangan program dan biaya penayangan
Dari pembahasan dan analisa di atas, maka berikut ini akan dipaparkan secara lebih detail tentang rancangan stasiun televisi, program siaran, frekuensi dan biaya penayangannya.
Di bawah ini merupakan link terkait perencanaan biaya penayangan iklan tersebut




