Kamis, 15 April 2010

Masalah Keputihan

Keputihan yang tidak normal, lama kelamaan, dapat menyebabkan penyakit kanker mulut rahim.
Oleh karena itu, wanita harus selalu rajin membersihkan daerah vaginanya, apalagi setelah buang air kecil supaya sisa kotoran tidak menempel. Tidak perlu menggunakan cairan pembersih khusus, cukup menggunakan air yang bersih.
Selain itu, tetap jaga keadaan vagina supaya tetap kering. Vagina yang lembab dapat berpotensi tumbuhnya bakteri atau jamur. Segeralah ganti celana dalam, pembalut, atau pantyliners jika sudah merasa lembab. Saat menstruasi pun, juga harus rajin mengganti pembalut supaya bakteri dari darah menstruasi tidak menempel di daerah vagina.
Jika masih tetap mengalami keputihan yang tidak normal, segeralah melakukan konsultasi pada dokter.

Kanker Serviks


Kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma (HPV). Virus inilah yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Menurut data WHO, 490ribu wanita dunia menderita penyakit kanker serviks dan sebagian besar terjadi pada penduduk di negara berkembang.


Kabarnya, ada sebuah vaksin yang dapat mencegah kanker serviks dan dapat menurunkan resiko terserang penyakit tersebut. Vaksin ini meruapakan salah satu bentuk pencegahan yang memberikan imun ke dalam tubuh. Sayangnya, biaya vaksin ini masih sangat mahal, berkisar Rp950.000 - Rp1juta.Vaksin ini biasanya ditujukan kepada wanita yang sudah menikah atau memiliki resiko tinggi terhadap kanker serviks (faktor keturunan atau perilaku seks bebas aktif).

Panty Facts



Pantyliners biasa digunakan oleh para wanita saat menstruasi, keputihan, atau saat sedang beraktivitas dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan kelembaban daerah kewanitaan. Akan tetapi, penggunaan pantyliners harus butuh perhatian ekstra, karena penggunaannya dapat mengakibatkan iritasi, gatal atau luka pada daerah kewanitaan. Hal tersebut malah dapat menyebabkan terganggunya kelembaban daerah kewanitaan dan memicu pertumbuhan jamur atau infeksi lain. Penggunaan pantyliners pun harus sesering mungkin diganti jika sudah merasa tidak nyaman.


Pantyliners memang dapat dipakai saat keputihan atau saat menjelang awal dan akhir menstruasi. Pantyliners dapat menjaga area vagina tetap fresh dan menjaga celana dalam tetap bersih. Namun, kita pun harus sesering mungkin menggantinya karena penggunaan pantyliners yang terlalu lama dapat membuat kondisi vagina menjadi terlalu lembab. Ketika menggunakan pantyliners, khususnya yang menggunakan parfum, pastikan bahwa kamu tidak alergi terhadap parfum tertentu sehingga terhindar dari iritasi.

Selasa, 13 April 2010

Bra ketat vs Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang dapat menyebabkan kematian pada wanita. Kanker payudara berawala dari sel-sel dalam jaringan payudara yang perkembangannya tidak terkendali. Faktor resiko penyebab kanker payudara antara lain riwayat keluarga, bertambahnya usia, pernah mengalami kanker payudara sebelumnya, tidak pernah melahirkan atau baru melahirkan anak pertama pada usia lebih dari 30 tahun, dan pola makan yang tidak sehat (mengkonsumsi lemak hewani secara berlebihan).

Kebiasaan menggunakan bra ketat sebenarnya bukan penyebab utama terjadinya kanker payudara. Namun, kebiasaan menggunakan bra terlalu ketat dapat menyebabkan gangguan aliran darah dan kelenjar yang ada di payudara. Kondisi seperti ini dapat memicu gangguan payudara tetapi belum tentu akan menjadi kanker payudara.

Minggu, 11 April 2010

Pap Smear


Pap smear merupakan suatu tindakan pemeriksaan untuk mengetahui tanda gejala kanker di sekitar mulut rahim atau yang lebih sering dikenal dengan kanker serviks. Pap smear dilakukan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan seksual. Dalam pemeriksaan ini, dokter menggunakan spatula untuk menahan dinding vagina dan mengambil sampel lendir di daerah mulut rahim menggunakan alat panjang menyerupai stik dengan ujung kapas. Sebaiknya, tindakan pap smear dilakukan ketika seorang wanita tidak sedang mengalami menstruasi.
Pap smear sebaiknya dilakukan 3 tahun setelah seorang wanita pertama kali berhubungan seksual. Selain ampuh untuk mendeteksi sel kanker pada rahim, tindakan ini juga mendeteksi adanya perubahan sel yang dapat menjadi sel kanker. Wanita yang sudah aktif melakukan seksual sejak dini, memiliki keluarga dengan riwayat kanker serviks, perokok, atau terinfeksi virus HIV disarankan untuk melakukan pap smear.

Masa Subur Wanita


Masa subur adalah masa lepasnya sel telur matang dari indung telur (ovarium). Masa subur dikenal juga dengan sebutan masa ovulasi. Siklus masa subur setiap wanita berbeda-beda, perlu dilakukan pengamatan minimal pada 6 kali siklus menstruasi.
Bila siklus menstruasi teratur (28hari) hari pertama dalam siklus menstruasi dihitung sebagai hari pertama. Masa subur merupakan hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus menstruasi. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang menyebabkan masa subur berubah karena tergantung pada keseimbangan hormon wanita yang dapat disebabkan oleh pola makan, gaya hidup, dan penyakit yang menyertai.

Kamis, 08 April 2010

siklus menstruasi

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim yang disertai dengan pendarahan dan terjadi dalam setiap bulan, kecuali pada masa kehamilan. Menstruasi ini terjadi setiap bulan sehingga membentuk sebuah siklus menstruasi.
Biasanya menstruasi mulai terjadi pada usia 11 tahun dan terus berlangsung hingga masa menopause, sekitar usia 45-50 tahun. Normalnya, menstruasi terjadi dalam waktu 3-7 hari.

Siklus menstruasi pada tiap wanita bervariasi. Umumnya, wanita memiliki siklus 25-35 hari. Namun, beberapa wanita ada yang memiliki siklus 28 hari. Ada juga beberapa wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan hal ini dapat menjadi sebuah indikasi adanya masalah kesuburan.

Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi, yaitu hari di mana pendarahan dimulai atau yang disebut sebagai hari pertama dan kemudian dihitung sampai hari terakhir yaitu 1 hari sebelum pendarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.

Selasa, 06 April 2010

Menghadapi PMS




Selain menghitung waktu menstruasi melalui kalender, PMS atau Pre-Menstruasi bisa dijadikan alarm yang ampuh untuk mengetahui waktu menstruasi. PMS disertai dengan beberapa gejala fisik dan psikis yang dialami sekitar 7-10 hari menjelang menstruasi. Gejala PMS yang dialami seseorang berbeda satu dengan lainnya, mulai dari meningkatnya nafsu makan, keinginan untuk marah-marah, payudara yang terasa sakit, sampai perasaan tidak nyaman.

Menurut survei dari healthcentral.com, 75% perempuan yang menstruasi mengalami PMS. Beberapa mengatakan bahwa PMS timbul karena ketidakseimbangan hormon esterogen dan progesteron yang terjadi menjelang menstruasi. Tidak hanya itu saja, gaya hidup yang kurang sehat, seperti malas berolahraga dan jarang mengkonsumsi sayuran, dapat terasa ketika menjelang menstruasi. Bagaimana sih, mengatasi PMS? Yuk, kita lihat beberapa tips di bawah ini.
Step1
· Menurut studi Archives of Internal Medicine, perempuan yang rutin mengkonsumsi produk olahan susu, seperti susu dan keju, memiliki resiko terkena PMS lebih kecil daripada yang sama sekali tidak mengkonsumsinya.
· Lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi daging ayam dan ikan daripada makan daging sapi atau kambing. Menurut Mayo Clinic, daging ayam dan ikan mengandung protein dan vitamin B6 yang dapat meredakan gejala PMS.
· Penting banget mengkonsumsi sayuran yang banyak mengandung kalsium untuk mencegah kram perut
· Berhubung hormon sedang berubah dan keinginan untuk mengkonsumsi makanan tinggi, cobalah untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering. Dengan begitu, konsumsi kalori kita tidak akan melonjak saat PMS


Step 2
· Menurut Donnica L. Moore, M. D, konsumsi air yang banyak dapat membantu sistem kerja tubuh menjelang menstruasi menjadi lebih baik.
· Hindari kopi karena kandungan kafein dapat memicu stres. Kurangi konsumsi gula berlebih karena dapat membuat pusing. Jika ingin mengkonsumsi yang manis-manis, sebaiknya pilih jus buah.
· Jangan lupa minum multivitamin, terutama saat menjelang dan sedang menstruasi. Kandungan zat besi dan magnesium di dalamnya membuat kita lebih bertenaga dan tidak gampang capek.


Step 3
· Menjelang menstruasi, biasanya sering membuat badan kita lemas dan membuat kita memilih untuk bermalas-malasan saja. Padahal dengan bermalas-malasan terus, badan akan semakin terasa lemas dan tidak bertenaga. Coba deh beraktivitas seperti biasa saja, seperti bersekolah, ekskul, atau berjalan-jalan bersama teman atau pacar.
· Ternyata, olahraga terbukti efektif membuat PMS menjadi lebih netral. Menurut teengrowth.com, 20 menit melakukan exercise kecil-kecilan dapat mengusir emosi yang tidak menentu dan rasa tidak nyaman yang kerap kali datang ketika kita mengalami PMS


Step 4
· Ketika PMS, sering kali timbul perasaan ingin marah, tiba-tiba sedih, dan mendadak sensitif terhadap suatu hal. Nah, karena sudah cukup paham bahwa ini adalah gejala PMS, lain kali cobalah untuk tetap rileks dan santai saja
· Salah satu cara berdamai dengan PMS adalah dengan beristirahat yang cukup. Bayangkan saja ketika badan lelah, perasaan tidak enak, dan perut dalam kondisi sakit, pastinya sangat tidak nyaman.
· Bicarakan kondisi kita dengan orangtua, teman, atau pacar. Jadi, ketika kita mendadak terlihat “aneh” dengan pergantian mood kita, mereka sudah tahu dan mengerti penyebabnya. Tapi, sebisa mungkin untuk tidak memanfaatkan kondisi ini untuk bebas marah-marah, ya.

Sabtu, 03 April 2010

Penyakit Menular Seks

Penularan penyakit kelamin dapat terjadi baik pada pria maupun wanita karena penyakit kelamin itu terjadi apabila ada pertukaran cairan sperma, cairan vagina, cairan darah, atau pergesekan antara organ intim yang sudah terinfeksi, baik melalui hubungan intim, oral seks maupun anal seks.

Penyakit menular seks tetap bisa ditularkan meskipun hanya sebatas ciuman, contohnya pada penyakit sifilis dan herpes.
Penyakit menular seks juga dapat ditularkan meskipun sudah menggunakan kondom. Kondom memang merupakan alat pencegah penularan penyakit seks. Tapi akan kurang efektif dalam mencegah penularan herpes, trikomoniais, dan klamidia.

Penyakit seks menular tidak hanya menular atau menyerang bagian reproduksi tetapi juga memberikan dampak yang cukup serius pada organ tubuh lainnya